Surat Kabar 99

BERITA HARIAN | BERITA OLAHRAGA | CERITA SEKS

Judi Online - Situs Judi Bola Online & Bandar Togel Online | Istana168

Poker Online - Situs Judi Agen Poker Online terpercaya | MustikaPoker

SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR 99

Rabu, 24 Januari 2018

Bocah Ini Bunuh Pengemudi Taksi Online


SuratKabar99, Semarang - Kalau sering menyimak berita konflik yang terjadi antara para pengemudi taksi online dengan pengemudi transportasi konvensional, bisa dibilang sudah mulai lumrah dan jumlahnya pun sudah surut. Tapi ternyata hal tersebut tak membuat pengemudi taksi online jadi benar-benar aman dari ancaman segala arah.

Bocah berinisial IBR dan DIR yang masih duduk di jenjang pendidikan SMA ini ternyata punya nyali untuk menggorok seorang pengemudi taksol bernama Deni Setyawan, 32 tahun.

Deni Setyawan yang merupakan pengemudi taksol dengan domisili Semarang ini meregang nyawa setelah digorok oleh kedua pelaku yang mengaku ingin merampas mobil Nissan Grand Livina yang dipakainya bekerja. Peristiwa pembunuhan keji ini terjadi pada 20 Januari 2018 kemarin di Sambiroto Kota Semarang.

Surat tuntutan serta penangkapan  menunjukkan kronologi lengkap sekaligus identitas pelaku. Tuntutan yang diajukan juga tak main-main, karena dirasa memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai pembunuhan berencana, tuntutan menyentuh hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.



Dua siswa SMK yang menjadi tersangka pembunuhan sopir taksi online di Semarang, Jawa Tengah, masih masuk sekolah pasca melakukan tindak pidana.




Dua siswa itu terakhir masuk sekolah, Senin (22/1/2018), sebelum malamnya ditangkap tim gabungan Polrestabes Semarang.



"Senin itu masuk pelajaran. Kebetulan dia terlambat (masuk),” ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK 5 Semarang Suprihanto, Selasa (23/1/2018).

Ia mengatakan, kedua siswa, IB dan TA, telat masuk sehingga mendapat hukuman disiplin. Keduanya merupakan siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Usai dihukum, IB dan TA tetap belajar sebagaimana siswa lainnya.

“Ditangani di depan. Dua-duanya mendapat hukuman disiplin," tambahnya.

Kepala SMK 5 Semarang Suharto menambahkan, pihak sekolah terkejut dengan kejadian penangkapan dua siswanya itu. Menurut dia, kepribadian dua siswanya baik dan tidak ada masalah berat selama di sekolah.

“Rajin sama dengan teman yang lain, tidak ada yang mencurigakan, tidak ada kasus sebelumnya. Cara berpakaian bagus dan rapi,” papar Suharto.




Dua siswa tersebut kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka diduga menghabisi korban Deny Setiawan (25), Sabtu (20/1/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.

IB dan TA memesan aplikasi taksi online kemudian disambut korban di daerah Lemah Gempal. Kepada korban, dua pelaku ini minta diantar ke daerah Sambiroto. Sesampainya di daerah itu, pelaku IB membayar ongkos sebesar Rp 22.000.

Ongkos tersebut kurang. Pelaku lainnya, TA, mengarahkan sopir taksi online melaju ke jalan lain untuk mengambil sisa kekurangan uang di tempat saudaranya. Naas, di arah lain tersebut atau di Jalan Cendana Selatan Sambiroto, korban dihabisi.

Polisi menduga motif pembunuhan murni dilakukan untuk merampas kekayaan korban.