Surat Kabar 99

BERITA HARIAN | BERITA OLAHRAGA | CERITA SEKS | LIVE SCORE

SEX ONLINE

POKER ONLINE

SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR 99

Senin, 05 Februari 2018

Kim Jong Un Bisnis Ikan Ilegal di Mozambik




Suratkabar99, Korea Utara ternyata diam-diam memiliki usaha penangkapan ikan di Mozambik selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang demi ambisi program nuklir pemimpin tertinggi Kim Jong Un.

Dalam sebuah invesitigasi yang dilakukan CNN, berdasarkan laporannnya pada 3 Februari 2018, tampak tidak ada yang luar biasa dari pelabuhan nelayan di wilayah Maputo. Tapi tersembunyi dari pandangan, terjepit di antara kapal yang berlabuh di sana, terdapat kapal Susan yang berkarat. Ini bukan kapal nelayan biasa, tapi kapal pukat buatan Korea Utara.

Catatan pengiriman menunjukkan Susan 1 dulunya terdaftar di bawah bendera Korea Utara. Kini kapal itu berlayar dengan bendera Namibia meski diawaki nelayan Korea Utara. Pada malam hari, kru Korea Utara ini terkadang berkelana ke kota untuk berbelanja.

Seperti diberitakan Reuters dan Guardian, Korea Utara mendapat berbagai sanksi baik dari PBB, Amerika Serikat hingga Uni Eropa, terkait aktivitasnya membangun sistem senjata nuklir dan program rudal balistik, yang bisa menjangkau wilayah AS.

PBB, misalnya, membatasi penjualan minyak bumi dan olahan dari berbagai negara ke Korea Utara, yang membuat rezim Kim Jong Un meradang dan menyebutnya sebagai tindakan perang. Sejumlah tokoh dan entitas asal Korea Utara juga mendapat sanksi dari AS dan Eropa karena menyuplai berbagai kebutuhan rezim Kim Jong Un untuk membangun senjata terlarang itu.

Belakangan, Korea Utara melunakkan sikapnya dengan mengajak Korea Selatan berdialog dan berunding untuk mencapai reunifikasi. Saat ini, Korea Utara bergabung dengan Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang, Korea Selatan, untuk menunjukkan iktikad baiknya.

Terkait minat Pyongyang terhadap beberapa pelabuhan di Afrika, memang tampak aneh pada awalnya. Tapi industri ikan merupakan bisnis besar di Mozambik. Ini merupakan salah satu industri paling menguntungkan di negara ini. Korea Utara menginginkan uang tunai, yang sangat dibutuhkan negara itu karena terkena sanksi internasional terkait program nukli dan rudal balistik. Dan kapal adalah salah satu modal usaha untuk mencari uang, yang mudah dipindahkan dan disembunyikan.

Selama ini Korea Utara diketahui melakukan bisnis gelap di bidang pertambangan, salah satunya dengan Mozambik. Tapi tidak banyak diketahui kedua negara juga terlibat dalam bisnis penangkapan ikan ilegal.

Dalam penyelidikan selama berbulan-bulan, CNN menemukan ada kesepakatan antara perusahaan lepas pantai jaringan rahasia militer Korea Utara dan elit Mozambik, yang oleh PBB semuanya dianggap melanggar sanksi internasional.

Menurut dokumen yang ditinjau oleh CNN, rumah hunian di daerah Maputo adalah markas besar perusahaan lepas pantai Haegumgang. Perusahaan itu membantu menyalurkan jutaan dolar kontrak militer ke Pyongyang

Dokumen yang ditinjau oleh CNN menunjukkan kerjasama itu disegel dengan kontrak ilegal senilai jutaan dolar. Uang itu disalurkan melalui diplomat Korea Utara, yang bertugas di wilayah itu, ke Pyongyang.

Sebagai balasannya, Korea Utara melatih militer Mozambik, termasuk instalasi militer di utara Beira, Mozambik. Dua sumber militer Mozambik mengatakan Korea Utara telah melatih pasukan elit di sebuah pangkalan di Maputo setidaknya selama dua tahun.

Laporan itu menyatakan Korea Utara telah mendukung teknologi dan kemampuan militer Mozambik, yang digunakan dalam konflik bersenjata, yang telah berlangsung lama, dengan pasukan pemberontak di bagian utara negara ini.

Penyelidik PBB mengatakan Korea Utara telah membantu Mozambik dengan dukungan teknis terhadap rudal darat-ke-udara, radar militer, sistem pertahanan udara dan perbaikan tank.

Hugh Griffiths, ketua Panel penyelidik PBB, mencatatkan sejumlah kegiatan militer di antara negara itu, yang semuanya telah dilarang di bawah sanksi PBB sejak 2006.

"Rudal udara, rudal darat-ke-udara, radar militer, sistem pertahanan udara, kendaraan lapis baja, ini adalah daftar panjang," kata Hugh.

Banyak gerakan pembebasan Afrika memiliki hubungan dan dukungan dari rezim Korea Utara sebelum kemerdekaan dan saat Perang Dingin.

Mozambik tidak berbeda. Terdapat sebuah jalan di kota masih menyandang nama Kim Il Sung Avenue, diktator yang menjadi pendiri Korea Utara.

Mozambik menghadapi pilihan sulit antara kontrak Korea Utara, yang menguntungkan, dan menjaga hubungan dengan AS dan PBB. Mozambik adalah salah satu negara termiskin di dunia dan menerima lebih dari setengah miliar dolar dari badan-badan AS pada tahun 2016 saja.

"Saya pikir kita memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa hubungan kita dengan Amerika Serikat sangat hebat," kata Alvaro O'da Silva, seorang direktur di kementerian luar negeri Mozambik.

O'da Silva mengatakan warga Korea Utara yang masih berada di Mozambik secara sah terlibat dalam bidang "sosial dan teknis" dengan mengatakan mereka tidak melanggar sanksi PBB.

Pejabat Amerika Serikat telah lama menyatakan uang dari usaha seperti ini langsung mengarah ke dana pengembangan nuklir pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dengan sanksi yang melumpuhkan negara komunis itu, Kim Jong Un membutuhkan mata uang tunai seperti dolar untuk mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya.