Surat Kabar 99

BERITA HARIAN | BERITA OLAHRAGA | CERITA SEKS | LIVE SCORE | ISTANA168 | SITUS TARUHAN BOLA DAN TOGEL ONLINE

Situs Judi Bola Online & Bandar Togel Online

Poker Online

SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR 99

Minggu, 21 Oktober 2018

Penganiayaan Guru Olahraga Terhadap Siswa SMP di Parepare



Surat Kabar 99, Sulawesi Tengah - Siswa SMP Negeri 2 Kota Parepare, Sulawesi Selatan berinisial YF, mendapat pukulan tinju tepat di uluhatinya dari Sang guru hingga akhirnya terbaring lemas di rumahnya saat bermain basket. YF sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Sumantri selama lima hari.

Siswa itu mengalami pembengkakan di bagian perut. Kini Yf dirawat jalan di rumahnya. Kejadian itu sempat tak dilaporkan orangtua korban karena tak tahu harus berbuat apa. 

“Mirip pukulan petinju kelas dunia, guru olahraga saya sendiri memukul saya tepat di uluhati. Saat itu juga saya merasakan sesak. Saya menangis dan terdiam karena sakit. Eh… malah saya kembali dianggap mengolok-olok dirinya. Pak guru kemudian mengeluarkan kata-kata kasar,“ kata YF, Minggu (20/10/2018).

Kejadian itu kemudian dilaporkan Azhar Zulfurqan, kuasa hukum keluarga korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Parepare, Sulawesi Selatan. Tiga saksi pelajar SMP Negeri 2 Parepare telah diintorgasi polisi atas kejadian itu.

Polisi belum memeriksa korban. Alasannya, korban belum bisa datang ke kantor polisi. Polisi juga telah menjadwalkan pemanggilan oknum guru.

“Kejadian itu membuat klien kami pernah dirawat secara intensif di rumah sakit karena mengalami sesak dan pembengkakan di bagian uluhati yang diduga dipukul oleh oknum guru,“ kata Azhar.

Azhar juga heran, di sekolah yang telah disematkan sekolah ramah anak oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, tahun 2016, masih ada pelajar yang mendapatkan perlakuan kasar dari tenaga pendidik.

“Sekolah tersebut pernah mendapatkan penghargaan sebagai sekolah ramah anak. Selain itu baru-baru ini Kota Parepare juga mendapatkan penghargaan sebagai kota layak anak oleh Kementrian PPA pada peringatan Hari Anak Nasional bulan Juli lalu di Surabaya. Saya heran Kota yang tinggi kekerasan anak mendapatkan dua penghargaan yang demikian besar,“ kata Azhar.