Surat Kabar 99

BERITA HARIAN | BERITA OLAHRAGA | CERITA SEKS

Judi Online - Situs Judi Bola Online & Bandar Togel Online | Istana168

Poker Online - Situs Judi Agen Poker Online terpercaya | MustikaPoker

SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR 99

Selasa, 16 Januari 2018

7 Skandal Olahraga Yang Menggemparkan Dunia


SuratKabar99 - Dalam dunia olahraga harusnya ada nilai sportifitas yang harus dijunjung tinggi, namu tentu saja ada beberapa pihak tertentu yang berbuat kecurangan agar dapat meraih kemenangan. Bahkan banyak di antara kasus kecurangan tersebut justru mempermalukan dan merugikan diri si atlet sendiri.

Dari banyak skandal di dunia olahraga, berikut rangkuman 7 skandal olahraga yang pernah menggemparkan dunia.

1. Atlet Menggunakan Obat Terlarang



Skandal olahraga ini terjadi di Olimpiade London 2012. Belum lama pesta olahraga sedunia itu dibuka, catatan buruk sudah dicoreng juara dunia lompat tinggi asal Yunani, Dimitrios Chondrokoukis. Ia dikeluarkan dari Olimpiade London setelah terbukti menggunakan doping atau obat terlarang jenis steroid stanozolol yang dulu juga dipakai oleh pelari asal Kanada, Ben Johnson di Olimpiade Seoul tahun 1988.

Saat itu Ben harus pulang dengan malu setelah hasil metabolisme zat steroid stanozolol, yaitu suatu zat untuk meningkatkan masa otot dan kekuatan seseorang ditemukan pada sampel urinnya setelah kemenangannya di final lari 100 meter. Padahal kemenangannya saat itu meraih rekor dunia yaitu 9,79 detik.

Setelah dilarang tampil selama 2 tahun, Ben kembali bertanding tetapi kembali juga dihukum seumur hidup setelah ditemukan terlalu banyak hormon testosteron di tubuhnya akibat penggunaan doping.

2. Pengaturan Skor Sepakbola Italia


Skandal olahraga juga mengguncang persepakbolaan Italia saat menjelang tampil di Piala Eropa 2012. Pesepakbola Domenico Criscito ditangkap polisi karena diduga terlibat skandal pengaturan skor yang terjadi di Serie A dan Serie B musim 2010-2011. Pelatih Cesare Prandelli pun mencoret nama Criscito dari skuad Italia.

Criscito yang menjadi pemain belakang klub Rusia Zenit Saint Petersburg itu bersama 19 orang lainnya seperti pelatih Juventus Antonio Conte, bek Juventus Leonardo Bonucci dan kapten Lazio Stefano Mauri ditengarai punya andil dalam kasus tersebut setelah penangkapan bandar judi ilegal asal Singapura akhir 2011 lalu. Mauri dan Criscito diduga melakukan pengaturan skor saat Lazio melawan Genoa.

3. Emas Petinju Roy Jones Jr. 'Dirampok'


Skandal berikutnya terjadi di final tinju Olimpiade Seoul 1988. Petinju Amerika Serikat Roy Jones Jr. mencatat 86 pukulan terhadap lawannya petinju asal Korea Selatan Park Si-Hun yang hanya mencatat 32 pukulan. Namun ternyata Park dimenangkan dalam pertandingan itu.

Tak lama setelah pengumuman itu, seorang hakim mengakui bahwa keputusanya adalah sebuah kesalahan. Oleh sebab itu, komite olimpiade internasional melakukan investigasi. Sembilan tahun setelah Olimpiade Seoul berlalu yaitu tahun 1997, barulah terkuak bahwa para pejabat Korea Selatan telah menyuap hakim pertandingan saat itu. Namun sayangnya, keputusan komite olimpiade menetapkan bahwa Park Si-Hun tetap mendapatkan medali emasnya.

4. Skandal Gol Bunuh Diri Pesepakbola Indonesia



Kejuaraan Sepak bola bergengsi se Asean yaitu Piala Tiger 1998, ternyata melahirkan skandal yang sempat mempermalukan Indonesia. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup antara Thailand dan Indonesia, ternyata kedua tim tidak berusaha untuk menjadi pemenang sebagai pencegahan bertemu tuan rumah Vietnam di semi final karena saat itu Timnas Vietnam sedang berjaya.

Di babak pertama tampak tim Indonesia maupun Thailand mencari kekalahan dengan bermain tanpa penyerangan yang berarti dan tanpa perlawanan. Memasuki babak ke dua barulah ada upaya mencetak gol, walaupun tampak para pemain bertahan di kedua tim terkesan membiarkan gol terjadi di gawangnya. Mendekati akhir pertandingan, kedudukan tetap 2-2 untuk Indonesia dan Thailand.

Tiba-tiba seorang pemain bertahan Indonesia Mursyid Effendi yang sedang menguasai bola justru memasukkan bola ke gawang Indonesia sendiri, dan pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk Thailand. Akibat tindakannya itu, Indonesia didenda oleh FIFA, serta sang pelatih timnas dan Mursyid Effendi dilarang bermain di level internasional seumur hidup.

5. Jual Beli Suara Hakim


Skandal yang tak kalah memalukan terjadi di arena ice skating pada olimpiade musim dingin di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat tahun 2002. Di olimpiade tersebut, pasangan skater asal Kanada Jamie Salé dan David Pelletier merupakan pasangan atlet skating yang memberikan penampilan sempurna. Hal itu membuat mereka dijagokan meraih medali emas.

Namun anehnya, para hakim justru berpihak pada pasangan skater asal Rusia Elena Berezhnaya dan Anton Sikharulidze. Hal tersebut akhirnya membuat pasangan Kanada hanya memboyong medali perak. Atas kejanggalan ini, diduga ada kecurangan yang telah dilakukan.

Media Amerika Serikat dan Kanada kemudian menuntut keadilan bagi pasangan Kanada tersebut. Keesokan harinya, salah seorang hakim asal Perancis yang telah memenangkan pasangan Rusia mengakui bahwa ia telah dibeli. Rusia berjanji akan memberi tempat pertama bagi tim penari es Perancis jika ia menyerahkan suaranya untuk Elena dan Anton. Oleh karena itu, International Skating Union mengadakan penyelidikan. Hasilnya adalah pasangan skater Kanada Jamie dan David dinobatkan menjadi peraih medali emas dalam olimpiade tersebut.

6. Kecelakaan yang Disengaja di Ajang F1


Skandal berikutnya terjadi di ajang Formula 1 Grand Prix Singapura September 2008. Kemenangan Fernando Alonso dari tim Renault kala itu disinyalir melibatkan rekan setimnya Nelson Piquet Jr. yang ditugaskan untuk menabrakkan mobilnya ke dinding pembatas agar Alonso memenangi lomba.

Sembilan bulan kemudian, ayah Nelson Piquet Jr. mengungkapkan kepada FIA atau organisasi balap motor dunia bahwa anaknya diminta untuk sengaja mencelakai diri sendiri di GP Singapura 2008 itu. Setelah FIA melakukan penyelidikan, Nelson Piquet Jr. pun dipecat dari tim F1 Renault. Namun yang mengejutkan adalah, Nelson mengaku bahwa kecelakaan tersebut adalah perintah bos Renault Flavio Briatore dan ketua direktur mesin Pat Symonds.

Pihak Renault tidak terima atas tudingan itu dan balik menuding bahwa mantan pembalapnya itu melakukan pemerasan. Renault kemudian mengajukan tuntutan hukum terhadap Nelson dan ayahnya. Skandal tersebut berakhir dengan mundurnya dua petinggi yang disebutkan oleh Nelson.

7. Atlet Ice Skating Dipukul Agar Kalah


Skandal yang terakhir dialami oleh Nancy Kerrigan atlet ice skating asal Amerika Serikat. Pada 6 Januari 1994 saat akan berlatih untuk figure skating Amerika Serikat di Detroit, Nancy dipukuli di bagian lutut oleh Shane Stant yaitu orang suruhan mantan suami atlet skating Tonya Harding.

Tindakan itu dilakukan untuk menggagalkan ambisi Nancy yang difavoritkan untuk meraih medali emas olimpiade musim dingin di Lillehammer, Norwegia di tahun yang sama. Akhirnya Tonya ditangkap dan dihukum 3 tahun masa percobaan serta denda 160 ribu US dollar. Untungnya kaki Nancy tidak cedera, dan ia tetap mau bersaing di olimpiade.

Skandal ini menjadi yang paling dipublikasikan dalam sejarah olimpiade. Oleh karena itu pertandingan Nancy versus Tonya menjadi yang paling banyak ditonton dalam Olimpiade Lillehammer. Nancy akhirnya berhasil memenangkan medali perak sedangkan Tonya di posisi 8.