Surat Kabar 99

BERITA HARIAN | BERITA OLAHRAGA | CERITA SEKS

Judi Online - Situs Judi Bola Online & Bandar Togel Online | Istana168

Poker Online - Situs Judi Agen Poker Online terpercaya | MustikaPoker

SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR 99

Senin, 22 Januari 2018

Aku Di Ngentot Tiga Kali Orgasme Dengan Muridku


SuratKabar99 - Catur adalah salah satu dari sekian banyak hobiku selain olahraga, membaca, otak-atik elektronik dan bercocok tanam. Aku biasanya main catur dengan tetanggaku, seorang bujangan yang rumahnya tak jauh dari rumahku. Tetanggaku itu tinggal hanya dengan ibunya saja.

Kakak perempuannya sudah menikah, dan tinggal dengan suaminya di lain kota. Hubunganku dengan sahabatku terjalin sangat akrab, juga dengan ibunya. Kami saling menghormati satu sama lain, meskipun beda usiaku dengan sang ibu hanya 5 tahun, dia 5 tahun lebih tua dariku saat itu. Hingga terjadilah peristiwa itu, yang tak pernah kusangka-sangka sebelumnya.

Peristiwa yang akhirnya mengubah diriku 180 derajat. Seperti pada sabtu sebelumnya, aku bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku dan segera bergegas ke rumahnya. Udara malam itu memang dingin sekali akibat hujan lebat selama 2 jam yang terjadi sore tadi. Singkat kata aku sudah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, dan tak lama pintu itu terbuka. Ternyata si ibu yang membukanya.

“Oh Ibu, ada Barinya bu?” tanyaku ramah.
“Nak Surya? oh Barinya lagi pergi tuh…” jawab si ibu sama ramahnya.
“Ke mana, Bu?”
“Ke pesta pernikahan teman SMUnya. Baru aja dia jalan…”
“Oh gitu ya?” sahutku.
“Kalau gitu, saya pamit aja deh…”
“Oh, kenapa buru-buru, kan Nak Surya baru sampai?”
“Ah, nggak. Kalau Bari nggak ada, saya pamit aja deh…”
“Ah, jangan terburu-buru begitu. Temani Ibu ya?”

Walau agak heran dengan permintaannya, aku akhirnya menurut juga. Kuikuti dia masuk. Kamipun tak lama asyik berbincang-bincang di ruang tamunya. Hingga akhirnya si ibu menawariku kopi.

“Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol jadi lupa nawari minum. Sebentar saya siapkan dulu ya…”
“Ah, Ibu. Nggak usah repot-repot…”
“Ah, nggak kok. Masa repot?” kata si ibu sambil tersenyum ramah.

Setelah itu, dia segera beranjak ke dapur. Sambil menunggu, kuambil koran terbitan hari ini yang tergeletak di meja tamu lalu kubaca-baca. Sedang asyik kubaca koran itu, tiba-tiba si ibu memanggil dari dapur.

“Nak… Nak, bisa saya minta tolong?”
“Oh, ada apa, Bu?”

Spontan aku segera beranjak dari sofa itu dan langsung menghampirinya. Ternyata kompor gas si ibu agak macet dan dia memintaku membetulkannya. Pas sedang membetulkannya, tak sengaja aku melihat ke arah gundukan payudara si ibu. Saat itu si ibu sedang membungkuk memperhatikanku yang sedang sibuk mengutak-atik kompor gasnya yang macet

Apalagi si ibu hanya mengenakan daster yang belahan dadanya agak rendah. Aku langsung terpana melihatnya. Selain besar, payudaranya juga tampak ranum dan kenyal. Tak kusangka perempuan ini masih memiliki payudara seindah itu di usianya yang tak muda lagi. Pemandangan indah itu membuat Kontolku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari.

Aku begitu terangsang melihat keindahan payudara si ibu. Si ibu yang semula perhatiannya ke pekerjaanku, tak urung kaget juga melihat perubahan ukuran Kontolku. Tapi anehnya, dia tak juga merubah posisinya. Sepertinya dia sih tahu aku terangsang dengan kemolekan payudaranya tapi dia tampak cuek saja, pura-pura tak tahu. Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga mengendalikan malu sekaligus mengendalikan Kontolku supaya tak semakin membesar ukurannya, selesai juga masalah kompor itu.

“Wah, Nak Surya hebat!” pujinya di sampingku.
“Ah, nggak masalah… cuma masalah kecil kok Bu” sahutku.
“Kalau gitu ibu bisa minta tolong lagi?” katanya sambil menatapku nakal dan tersenyum genit.

Walau aku sudah menduga apa yang akan dia minta itu, tak urung hatiku berdebar-debar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat dia semakin mendekatkan dirinya ke tubuhku.

“A.. aa… pa Bu?” lidahku mendadak kelu, menyadari betapa dekat wajahnya denganku saat ini. Sambil mendesah, si ibu berkata parau,

“Ibu mau kamu cium ibu…” Belum sempat menyahut, dia langsung berjinjit, memeluk leherku lalu mencium bibirku. Sejenak aku terkesiap, namun tak lama kemudian kami sudah asyik berciuman di dapur itu. Hilang sudah akal sehatku setelah bibirku bersentuhan dengan bibirnya yang tipis dan indah itu. Sambil asyik berciuman, diraihnya tangan kananku untuk meremasi payudaranya di sebelah kanan, sedangkan diarahkannya tangan kiriku ke pantatnya.

Tangankupun langsung bergerak terampil. Keduanya langsung bergerak nakal menjalari payudara dan pantatnya yang ranum dan montok itu. Si ibu tampak melenguh-lenguh merasakan nakalnya tanganku meremasi payudara dan jari-jariku menyusuri belahan pantatnya. Di lain pihak, tangan si ibu aktif meremasi Kontolku dari luar celanaku, membuat juniorku itu semakin meradang saja ukurannya.

Satu tangannya dia julurkan ke dadaku untuk meremasi puting susuku yang tercetak jelas dari balik kemeja kaus ketat yang kukenakan ini. Ketika nafsu kami semakin memuncak, dituntunnya aku ke ruang keluarganya. Di sana dengan serempak, kami saling melucuti pakaian masing-masing, sehingga tak lama kamipun sudah bugil. Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yang bugil itu. Luar biasa! Usia boleh kepala 4, tapi bodinya tak kalah dengan bodi para perempuan yang lebih muda.

Tanda-tanda ketuaan memang tak bisa ditutupi, tapi secara garis besar, dia masih sangat menggiurkan bagi para lelaki mana saja yang menatapnya. Apalagi kalau sudah bugil begini. Bahunya lebar, payudaranya besar, ranum dan mengkal. Tak tampak tanda-tanda melorot seperti payudara para wanita seusianya. Perutnya rata, nyaris tak ada lemaknya. Pinggangnya bundar, pinggulnya montok. Kaki dan betisnya tampak mulus dan kencang. Mungkin si ibu suka olahraga juga nih, makanya bodinya begitu terawat dan indah.

Di lain pihak, si ibu tampak tak kalah kagumnya melihatku telanjang. Maklumlah, hobi olahragaku yang sudah kutekuni sejak SD, membuat fisikku menjadi sangat bugar. Otot-otot kekar nan liat tampak bersembulan di sekujur tubuhku. Membuat banyak wanita sering kelimpungan kalau melihatku telanjang.

“Tubuh Nak Surya keren banget deh… Ibu suka sama lelaki macho kayak Nak Surya ini…” kata si ibu sambil menatapku penuh nafsu. Dia mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, meraba-raba bukit dada dan perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Kontolku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berciuman liar dan saling meremas apa yang bisa kami remas. Hanya sebentar kami melakukan itu.

Berikutnya, kami saling membaringkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kami membentuk posisi 69 dan tak lama kami sudah asyik saling menjilati kemaluan lawan mainnya. Si ibu tampak bersemangat mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Sesekali dia ikut menjilat dan meremasi kantung spermaku. Aku dan Ibu Tetanggaku Rasanya sangat dahsyat kulumannya. Bahkan kuluman istriku tidak sedahsyat kulumannya.

Tampaknya si ibu ini benar-benar sudah lama tidak disentuh lelaki, hingga kulumannya tampak begitu ganas. Di bawah sana, lidah dan jari-jariku tak kalah aktifnya dengan tangan si ibu. Lidahku bergerak naik-turun sambil menjilati bibir kemaluannya, labia mayoranya dan semua yang ada di sekitarnya. Tangan kiriku asyik meremasi bokongnya, sedangkan jari-jari tangan kananku asyik menusuki lubang memeknya. Kami terus saling merangsang sambil mendesis-desis penuh kenikmatan. Kami saling mencium, menjilat, meremas, dan menggigit dengan rakusnya.

Sampai akhirnya kami sendiripun merasa tidak tahan. Tanpa ada aba-aba sebelumnya, serentak kami berubah posisi. Si ibu ambil posisi di bawah, sedangkan aku bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum mesum, dia buka selangkangannya lebar-lebar. Memamerkan liang surganya yang sangat indah nan menggiurkan itu. Membuat jakunku naik-turun berulang kali. Tak sabar segera kutuntun Kontolku ke lubang memeknya. Kugesek-gesekkan sejenak kepala Kontolku di bibir memeknya, sebelum akhirnya kudorong pelan.

“Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” sedikit demi sedikit Kontolku tertelan liang surganya, menimbulkan sensasi nikmat yang susah digambarkan rasanya. Si ibu sendiri tampak meringis-ringis nikmat merasakan sodokan kemaluanku yang hangat dan keras ini memasuki liang surganya. Memek si ibu kurasakan masih sempit dan legit. Tidak kalah dengan memek para gadis. Tampaknya si ibu sangat pintar dalam menjaga kemaluannya itu.

Membuat batang Kontolku yang ukurannya king size itu tampak agak kesulitan menembusnya. Namun dengan rangsangan terus menerus dariku di titik-titik erotisnya, akhirnya memek si ibu menyerah juga. Lorong yang hangat itu terasa semakin basah seiring meluapnya cairan pelumasnya, akibat rangsangan lidah dan tanganku di payudaranya. Kontolku terus melaju hingga sampai di bagian terdalam liang surganya. Lalu mulai kupompa dia. Aku bergerak dalam posisi push-up di atasnya.

Sementara pantatku bergerak maju-mundur mengebor memeknya. Semakin lama gerak pantatku semakin kupercepat. Membuat jeritan erotis si ibu semakin keras terdengar. Membuatku semakin bersemangat dalam menjajah lubang kemaluannya. Keringat mulai mengalir deras membasahi tubuh bugil kami. Si ibu tampak menjerit-jerit keenakan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Tak jarang tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang liat ini, membuat sedikit pedih di kulitnya karena kukunya yang agak panjang itu.

Aku sendiri tak mau kalah. Sambil terus memompa Kontolku dalam-dalam, aku asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Aku juga gigit-gigit pelan lehernya yang mulus kulitnya itu. Sesekali aku menyusui sepasang payudaranya yang menggiurkan itu secara bergantian. Pantat dan pinggul si ibu tampak bergoyang-goyang liar menyambut sodokan Kontolku, membuatku nyaris gila karena begitu nikmat pengaruhnya di batang Kontolku. Sekitar 15 menit kemudian si ibu keluar.

Dia semakin erat memeluk tubuh atletisku yang basah kuyup oleh keringat kami berdua. Kubiarkan dia beristirahat sejenak setelah orgasmenya itu. Kemudian kembali kuserang dia. Kucoba bangkitkan gairahnya lagi dengan meremasi setiap jengkal titik erotisnya. Tak lama kami sudah asyik berciuman dengan liarnya sambil saling meremas dan meraba. Tak butuh lama untuk membangkitkan gairahnya. Ciuman kami yang liar berhasil membuatnya panas kembali. Ketika aku hendak menggaulinya lagi dengan posisi serupa, dia menggeleng.

Dia berdiri lalu memintaku untuk bercinta lagi di posisi lain. Aku tersenyum mendengar permintaannya itu. Lalu segera kubopong dia ke atas sofa di ruang keluarganya. Di sana kami masih sempat bergelut sebentar sebelum dia bergerak lagi. Dia naik ke atas pangkuanku membelakangiku. Dipegangnya batang Kontolku yang masih perkasa ini ke arah memeknya yang sudah mulai basah kembali, lalu… “blesshhhh….” masuk sudah seluruh batang Kontolku ditelan memeknya.

Pada posisi yang kedua ini, rasa nikmat yang kami rasakan terasa luar biasa. Kemaluanku yang king size ini begitu menikmati pijatan otot-otot memeknya si ibu. Di lain pihak si ibu tak henti-hentinya mendesis kenikmatan. Kepalanya tampak bergoyang-goyang liar merasakan pompaan Kontolku. Kepala kemaluanku yang besar ini rupanya berhasil sampai di mulut rahimnya, dan memberikan kenikmatan tak terhingga baginya. Turun-naik, keluar-masuk, memompa dan dipompa, menggoyang dan digoyang.

Mama papanya juga tidak ada , kalau les gini orangtuanya menemuiku. Tetapi ini tidak aku menungu lama di ruang tamu. Radit pun tiba-tiba datang mendatangiku,

“kok sepi , pada kemana nih dek…?”
“pada pergi kondangan mbak Rahayu…”
“ohh gitu..sepi ya hanya kita berdua…”
“iya dong mbak kan emang sengaja biar aku bisa berduaan dengan mbak Rahayu…”
“huussss…kamu nih bisa aja…ayo kita mulai…”

Aku menempatkan diri di ruangan les yang sudah tersedia. Aku membuka buku pelajaran Radit, panjang lebar aku jelasin materi itu. Aku lihat Radit tidak focus dia hanya bermain HP saja. Aku coba menulis soal di papan tulis dia malah senyum-senyum,
“Radit…ayo diperhatikan materi ini susah lho….”
“iya mbak…”

Aku menegur dia dengan teguran halus, nampaknya dia juga tidak memperhatikan. Aku beri peringatan keras dia malah merayuku,
“ahhh..mbak Rahayu ini kalau marah makin cantik deh…..”
“udah jangan merayuku…”
“bener kok mbak, apalagi malam ini beda dari hari-hari sebelumnya. Kamu lebih cantik mbak, sexy pula….”

“eh masih kecil jangan godain orangtua , dosa lohh….”
“masa sih mbak? Nggak ahhh… aku sukak deh lihat mbak Rahayu pakai baju putih ini. Sexy dan braaaanya terlihat jelas , merah kan…..?”
“eh..nggak sopan ya kamu…”

Aku pun melihat pakaianku ternyata memang benar aku sexy sekali. Radit terus melihatku sambil senyum-senyum dan menggodaku. Aku sebel aku terus menerangkan materi kepadanya. posisisex.com Tapi emmang dia tidak memperhatikan sama sekali. Membuat aku makin gemes aja sama Radit, masih aja liatin HP mulu. Sesekali juga melihatku,aku mehanan emosi agar tidak marah dengannya.

Aku juga harus tetap sabar dan menjaga diri agar tidak terbawa emosi,
“Radittt….jangan gitu dong ayo dengerin mbak dulu. Taruh gih HP kamu….”
“nggak ahhh…aku lagi rekam mbak Rahayu yang lagi marah sama pantat mbak yang sexy….”
“kamu kurang ajar ya, nggak boleh kayak gitu belum usia…”
“siapa bilang belum usia mbak? Kalau udah 17 tahun sih udah dewasa…” ucap Radit dengan PD nya.

“mbak pulang aja deh kalau kamu kayak gitu….”
“yakin nih mbak mau pulang? Nggak mau lihat video sexy mbak?”

Aku pun mendekati Radit namun Radit lari, aku meminta dia menghapus video itu. aku kejar-kejaran di dalam rumahnya. Nggk taunya aku masuk ke kamarnya, dia pun menggodaku. Berjalan mendekati pintu dan menguncinya. Aku semakin meradang dibuatnya malam itu, dia tak juga memberikan HP nya. Aku terpeleset jatuh di ranjangnya.

Radit mendekati aku, dia takut karena aku kesakitan. Aku memanfaatkan situasi dan merebut HP nya. aku membuka Hp ternyata dia tidak menyimpan videoku melainkan dia sedang melihat video mesum. Aku terkejut dan langsung menatap wajah Radit. Radit tampak senyum-senyum manja,

“mbak aku suka deh mbak sama kamu….”
“aku kan guru les kamu pantasnya aku menjadi kakakmu yuk belajar lagi…”
“nggak mau mbak, maunya aku kita menikmati malam seperti divideo itu…”
“eh..jangan nggak boleh kamu belum waktunya…”

Dengan kesabaranku terus membujuk Radit namun gagal. Radit malah dengan santainya memelukku dengan erat. Aku terdiam dia pun semakin tidak senono,posisisex.com wajahku berhadapan dengannya. Tanpa basa basi dia mencium bibirku dengan lembutnya. Aku dengan nikmatnya tidak melawan ciuman Radit. Layaknya pria dewasa dia memperlakukan aku di ranjang.

Dia menidurkan aku dan aku terdiam bibirnya terus saja menggelamuti bibirku. Dia berada diatasku pahaku dan pahanya bergesekan secara otomatis aku membalas ciuman Radit. Radit yang memakai kolor itu penisnya semakin membesar karena mengenai kemaluanku. Radit melepas bajunya, aku masih terkejut seperti mimpi malam itu.

Aku bersetubuh dengan ABG yang notabennya adalah muridku sendiri. Aku memejamkan mata dia mulai beraksi dengan penuh kegairahan. Wajah cantikku dia ciumi dengan leluasa nafas segarnya aku hirup dan pahaku dengannya bergesekan. Menambah gairah malam itu, aku membuka perlahan bibirku. Lidahku dia tarik masuk ke dalam mulutnya,

“aaaahhh……aaaahhhhh…..”

Seakan menambah gairah dia selalu menggesekan batang penisnya ke pahaku dan kadang mengenai memekku. Tangannya membelai rambut hingga ke leherku. Bibirnya menciumi leherku dengan nikmatnya. Laki-laki kecil ini memang sudah profesional mungkin karena sering melihat video porno. Jadi dia tau bagian mana saja yang membuat wanita terangsang.

Dia mencumi ujung rambut hingga leher dan sampai ke payudaraku. Awalnya dia sudah meremas dari luar , dengan sigap dia membuka bajuku posisisex.com. Braku yang berukuran 36A itu pun terlihat dia juga membuka langsung pengaitnya. Radit gemas dan meremas payudaraku, kedua tangannya seakan tidak bisa menumpu kedua payudaraku karena sangat besarnya,

“mmmmm…aaaaahhhhh Radit….aaaahhh…….nakal kamu ya…aaaahhhh…..”

Radit meremas dan menciumi payudarku yang montok. Putting susuku yang besar diputar-putar jemarinya hingga makin greeengg. Lidahnya menjulur ke putinggku dan menjilatinya dengan penuh gairah. Dijilati kanan kiri kemudian dia mengemut putingku. Dia tarik dan dia emut,

“mmmm…aaaaaahhhhhhhhhh……aaaaakkkkkkkhhhhhh……..”

Payudaraku terus dia remas hingga aku lemas, aku pun terus menggeliat tubuhku. Radit lincah sekali menggairah,

“aaaahhh….terus…..aaahhh…nikmat sekali…..ooohhh……..”

Payudaraku ditarik keatas dan diremas sementara bibirnya masih mengulum putting susuku dengan keras. Layaknya bayi yang kehausan dia sangat sigap memainkan putting susuku. Dia jilati kedua payudaraku, hingga ke bawah dan sampai ke pusar. Tubuhku serasa mengejang menikmati belaian dan jilatan lidah Radit.

Celana jeans ku panjang dia lepaskan perlahan, kakiku bergerak. Dia melihat tubuhuku yang mulus dan kenyal itu. Celana dalam yang tipis serasi denga Bra yang aku pakai membuat Radit semakin penasaran. Bulu kemaluan yang sedikit keluar menembus celana dalam membuatku risih. Radit membuka perlahan dan dia melihat memekku penuh dengan rambut kemaluan.

Dia belai dari atas hingga ke bawah, memekku yang besar dan kenyal itu dia pegang dengan kedua tangannya. Kakiku dibuka lebar mengangkang dan siap dinikmati. Kakiku membuka bibirnya mendekati memekku dan lidahnya kembali memanas. Dia menjilati seluruh bagian memekku dari luar hingga ke dalam,

“aaaaaahh……aaaaakkkkhhh…oohhh….aaahhh……”

Lidahnya bergoyang disetiap bagian memekku yang besar dan kenyal. Daging kecil yang ada di bagian memekku dia emut hingga tubuhku mengejang,

“aaaaahhhh…..Raditttt….aaahhh….mbak nggak kuat sayang….aaaahhhh….”
“kuat mbak ini belum seberapa….mmmmm….aaaahhh….”
Belum seberapa ucap Radit namun aku sudah tidak tahan dengan kenikmatan yang dia perbuat. Rasanya pengen sekali pipis,
“mbak mau pipis nih…..”
“pipisin aja mbak……”

Terpaksa aku mengeluarkan cairan dari memekku , aroma memekku yang sedap membuat Radit semakin horny. Tak henti-hentinya dia menjilati memekku , dia sangat nafsu sekali dengan kemaluanku. Aku terus merintih dan menggerakkan tubuhku,

“ssshhh….aaaaahhh….aaaaahhh…..ooohhh……..”

Dia pun terus membuat aku orgasme hingga 3 kali. Memekku basah dan banyak sekali cairan yang keluar dari memekku. Dia meminta aku untuk menurunkan kakinya dan dia kembali diatasku. Bibirku kembali dikecup dengan kerasnya. Penisnya dia gesek-gesekkan dengan memekku, aku sangat horny sekali.

Dia coba memasukkan penisnya ke dalam memekku. Ujungnya bergoyang-goyang didepan liang kenikmataanku. Batang penisnya mengeras dan sangat tegang, terasa sekali mengenai paha dan memekku. Tangannku memegang pundaknya, putting susuku kembali dia nikmati dengan gairah nafsu yang tinggi,

“aaaahhhh….aaaaahhhh…..aaaakkkkhh….oohhh…Radit….aaaaaahhh…..”

Ujungnya dia tekan ke dalam lubang kenikmatan yang basah. Perlahan dia masukkan ujungnya dan,
“ssssllleeeebbbb….aaahhh….aaaaaaaaaaahhh….”
Perlahan dia menekan penisnya agar lebih masuk ke dalam memekku. Terus dia menekan dengan penuh perasaan, masuklah seluruh batang penis itu. Tekanan itu semakin cepat dank eras, penisnya serasa tertancap ke dalam memekku,

“ooohh…nikmat…aaahhh…lebih dalam….aaaahhhh…..”

Aku memegang pinggulnya dan dia semakin bergerak sangat cepat sekali. Penisnya menusuk-nusuk bagian terdalam memekku. Besar juga penis Radit membuat aku klepek-klepek. Goyangan pantat Radit begitu nikmat dan nagihh pastinya. Sesekali dia menggoyangkan pantatnya sesekali dia menusuk-nusuk ke dalam.

Bahkan secara reflek aku mengangkat pantatku memberi balasan dan mengimbangi gerakannya. Dia pun merintih nikmat,

“aaaaaahhh mbak….goyangin lagi mbak……..”

Aku menggoyangkan pantatku lagi, aku putar kekiki dan kekanan hingga suasana semakin memanas. Dia tampaknya beringas putinggku tidak dibiarkan diam, dia masih sempat memainkannya dengan sangat nafsu. Sementara penisny amaish asyik bergoyang di dalam lubang kenikmatan,

“aaaaaaaaahhh….ooohhh……aaaaahhhh…….”

Goyangan hot itu pun berlangsung lama hingga akhirnya aku jepit penisnya dan aku lepaskan begitu seterusnya. Dia tidak bisa menahan keluarlah sperma itu,

“cccrrrrooootttt…ccccrrrooooootttt…..cccccrrrroooottttt…….”

Banyak sekali cairan itu dia semprotkan di tubuhku. Malam yang begitu nikmat kala itu. Aku membersihkan badan Radit pun enggan melepaskan aku. Dia terus memujiku,

“goyangan mb Rahayu memangg mantap, besok lagi ya mbak….”
“ahhh…kamu ini anak kecil bisa aja….”
“nikmat kan mbak…..”
“hmmmmmm….” Jawabku dengan penuh misterius.

Kita segera membereskan ranjang dan mengenakan pakaian kembali. Jam 9 tepat selesai aku berpamitan dengan Radit. Masih saja dengan jawaban yang genit dia menggodaku. Itulah pertemuan ke 4 ku dengan Radit yang berujung dengan hubungan seks. Aku tidak menyangka bisa melakukan hubungan seks dengan anak didikku.