Surat Kabar 99

BERITA HARIAN | BERITA OLAHRAGA | BERITA DUNIA | CERITA SEKS | CERITA HANGAT | CERITA DEWASA | SURAT KABAR | SEPUTAR BERITA | LIPUTAN BERITA | HASIL PERTANDINGAN | PREDIKSI BOLA | JADWAL PERTANDINGAN

POKER ONLINE

BOLA ONLINE

SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR 99

Rabu, 21 Februari 2018

Tak Seenak dalam Film dan Anime, Ternyata Siswa di Jepang Harus Patuhi 8 Aturan Ketat In



Suratkabar99, Saat menonton film atau anime Jepang, kita sering melihat kehidupan sekolah di sana yang tampak bebas.

Dimana perempuan bebas menggunakan make up, berperilaku nakal, atau berkelahi di sekolah.

Kenyataannya, justru terbalik.

Aturan yang berlaku di sekolah Jepang benar-benar ketat.

Dijamin tak akan ada anak yang berani tawuran jika diterapkan di Indonesia.

Dilansir TribunTravel.com dari laman viralsection.com, 8 aturan Jepang yang mengejutkan.

1. Tak boleh melakukan styling rambut


Hairstyling tidak diperbolehkan di sekolah Jepang karena mereka percaya styling akan dengan mudah mengalihkan perhatian siswa lain.

Anak laki-laki diperbolehkan memiliki potongan rambut sederhana tanpa lapisan layu sementara anak perempuan memiliki beberapa pilihan.

2. Tak boleh menggunakan make up atau aksesoris mewah


Anak-anak di Jepang didorong untuk fokus hanya pada studi mereka dan tidak dengan yang lain.

Orang-orang di sana percaya nilai anak mereka adalah cerminan keluarga mereka.

Anak perempuan tidak diperbolehkan mengenakan make up, mengecat kuku, atau bahkan mencukur bulu kaki.

3. Tidak boleh berpacaran


Berbeda dengan manga atau anime yang sering kita lihat selama ini.

Ternyata di Jepang, para siswa dilarang untuk berpacaran.

Mereka benar-benar harus fokus pada urusan sekolah.

4. Tidak ada guru pengganti


Jika seorang guru tidak hadir di Jepang, maka siswa di kelas harus belajar sendiri.

Pelajar Jepang memiliki disiplin yang tinggi, yang berarti mereka bisa belajar tanpa guru jika dibutuhkan.

5. Harus selalu menyapa


Menurut Aturan Sekolah Jepang, wajib bagi siswa untuk menyapa guru mereka di pagi hari.

Bagi beberapa sekolah, bahkan ada tradisi yang ketat untuk memulai hari libur dengan meditasi.

6. Harus menggunakan seragam


Semua sekolah di Jepang memiliki seragam.

Anak laki-laki diminta mengenakan pakaian hitam, sementara anak perempuan diminta mengenakan rok kotak-kotak.

7. Dilarang terlambat


Dilarang datang terlambat ke kelas kecuali ada situasi darurat.

Meski pun hal ini berlaku bagi banyak sekolah, perlu dicatat bahwa siswa Jepang sangat tepat waktu.

Sebagian besar siswa bahkan tak pernah terlambat mengikuti kelas ekstra atau kegiatan setelah sekolah.

8. Makanan dari rumah tidak diijinkan


Di Jepang, adalah tugas sekolah untuk memberi para siswa makanan.

Dengan begitu, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tetap dapat menikmati makanan yang sehat.

Uniknya, makanan yang mereka makan harus dihabiskan.