Surat Kabar 99

BERITA HARIAN | BERITA OLAHRAGA | CERITA SEKS | LIVE SCORE

SEX ONLINE

POKER ONLINE

SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR 99

Selasa, 20 Februari 2018

Diagnosis Dokter Soal Remaja Bertelur di Gowa



Suratkabar99, Akmal, remaja berusia 15 tahun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan membuat heboh karena dua butir utuh telur yang dikeluarkan dari dalam tubuhnya, Senin (19/2).

Dua butir telur itu keluarkan dari lubang duburnya oleh dokter dari Rumah Sakit Syeh Yusuf, Gowa, setelah mendapatkan rujukan dari puskesmas.

Dokter spesialis anak yang menangani Akmal, Ratnah Hafid menerangkan dalam disipilin ilmu kedokteran apa yang dialami Akmal adalah hal mustahil.

Apalagi, dua telur yang dikeluarkan dari dalam tubuh Akmal adalah telur ayam ras. Rupanya, ini bukan kali pertama telur dikeluarkan dari tubuh Akmal. Pada 2015 silam dalam kurun waktu lima bulan setidaknya 18 butir telur dikeluarkan lewat dubur Akmal.

"Di disiplin ilmu, seorang anak, orang tua, maupun bayi tidak mungkin bertelur ayam. Dan ini sudah berulang, dulu telurnya kecil, telur ayam kampung, sekarang telur ayam ras," kata Ratnah, Senin (19/2).

Ratnah mengaku tidak mengetahui persis bagaimana Akmal mengeluarkan telur pada 2015 silam. Namun dari catatan medis dan keterangan dokter yang menangani Akmal kala itu, Ratnah memastikan ada robekan di lubang dubur milik Akmal yang dilakukan secara sengaja.

"Tiga tahun lalu itu memang anusnya ada robekan, tapi bukan saya yang melihatnya, teman sejawat saya yang lebih senior. Itu sudah menjadi data buat kami bahwa ini ada unsur kesengajaan," terangnya.

Ratnah menjelaskan bahwa setelah dipotret somar X (rontgen), posisi telur yang ada di dalam tubuh Akmal yang dikeluarkan kemarin itu berada pada bagian usus besar.


"Posisi telur di bawah, di bagian rektum. Rektum itu saluran usus besar tempat penampungan tinja sebelum keluar," jelasnya.

Karena posisinya yang berada di bagian Rektum atau Usus Besar, telur tersebut sudah pasti tidak akan bisa bertahan lama didalam tubuh Akmal. Hal itu pulalah yang menyebabkan Akmal mengalami sakit perut yang tak tertahankan.

"Jadi ini memang tidak bisa lama. Ini cukup lama karena dia bertahan dari jam 1 malam sampai jam 11 siang, 10 jam dia bertahan ya, pasti sakit. Akmal ini anak cukup kuat menahan. Saya kasihan," ucapnya iba.

Ratnah menjelaskan bahwa kejadian yang dialami Akmal itu dalam istilah kedokteran disebut Corpus Alenium, atau fenomena benda asing yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Misteri Sosok yang Memasukkan Telur

Lebih lanjut dalam kasus Akmal ini, Ratnah mengatakan perlu dicari tahu siapa yang memasukkan telur ke dalam tubuh Akmal. Apakah anak itu sendiri atau orang lain, kalau orang lain dan lebih dewasa itu bisa dianggap sebagai penganiayaan.

"Ini anak harus dilindungi jangan sampai berulang lagi untuk yang ketiga kalinya. Kasian ini anak, ngeri," ujar Ratnah.

"Ada dua hal yang saya tunggu hasilnya. Kalau dia yang melakukan sendiri berarti dia butuh perhatian, dan itu dokter ahli jiwa yang akan tangani. Kalau misalnya orang dewasa disekitarnya yang melakukan, ini anak perlu kita lindungi dan orang dewasa yang melakukan itu perlu kita kejar untuk tidak melakukan dan kita berikan sanksi sesuai hukum yang berlaku," sambungnya.

Pendapat Ratnah itu pun diperkuat keterangan dokter yang sebelumnya menangani Akmal. Pada 2015 silam, setelah diisolasi selama sepekan, Akmal tidak lagi bertelur.

"Terakhir yang saya dengar bahwa setelah di isolasi, disendirikan dan tidak dikasih kontak dengan orang lain ternyata keluhannya tidak ada lagi. Akhirnya seminggu dipulangkan dan akhirnya kembali sekarang," jelasnya.

Atas dasar itu, usai dua telur dikeluarkan kemarin, selain dirawat intensif, Akmal pun kembali diisolasi. Ratnah mengatakan pihak Rumah Sakit Syech Yusuf, kembali akan mengisolasi Akmal, sekaligus memeriksa kejiwaannya dan menanyakan Akmal apa penyebab telur itu bisa masuk kedalam tubuhnya.

"Isolasinya rencana 7 hari, tapi bukan seperti kamar isolasi yang bagaimana bagaimana ya. Maksudnya kita cuma menghambat jangan ada yang mengintimidasi ini anak. Jadi dia menjawab sesuai dengan apa yang dia mau jawab. Jangan mau disetir," ungkap Ratnah.

Pihak Rumah Sakit Syech Yusuf juga akan menyiapkan dokter jiwa sekaligus psikiater untuk Akmal selama masa isolasi tersebut.

"Seharus dokter jiwa anak ya, tapi disini (RS Syech Yusuf) kita belum punya makanya kita siapkan dokter jiwa yang untuk umum saja. Psikiater itu senjatanya cuma bicara, tidak seperti kita ini (Dokter) yang ada obat yang kita berikan. Dan mereka juga tahu kalau konseling klien itu kadang ada yang dilarang orang lain mendekat, termasuk orang tuanya," pungkas Ratnah.