
Panitia pelaksana pertandingan tidak memperkenankan dia turun berlaga andai hijabnya tak dilepas. Akan tetapi, perempuan yang akrab disapa Miftah tersebut rela didiskualifikasi daripada melepas hijab yang digunakannya.
Seharusnya Miftah turun bertanding pada nomor 52 kilogram putri kategori kebutaan. Dia dan Oyun bersaing memperebutkan tiket menuju babak delapan besar.
Meski masih muda, Miftah merupakan salah satu atlet berbakat yang dimiliki Indonesia. Dikutip dari laman resmi Asian Para Games 2018, pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 di Jawa Barat lalu, dia berhasil menyabet medali emas kelas 48 kilogram.
Sebenarnya Miftah merupakan perempuan kelahiran Aceh, dan keluarganya masih tinggal di sana. Namun, karena punya bakat bagus, pada Peparnas 2016, dia diajak untuk membela Provinsi Jabar.
Kondisi seperti itu lumrah terjadi di ajang olahraga nasional. Karena biasanya setiap provinsi yang kekurangan atlet akan berupaya untuk mendatangkannya dari daerah lain.
BERITA HARIAN | BERITA DUNIA | BERITA INDONESIA | BERITA BLOGSPOT | BERITA POLITIK | BERITA HARI INI | BERITA TERBARU | KABAR HARI INI | BERITA TERKINI | BERITA NASIONAL | BERITA KRIMINAL | BERITA UNIK | BERITA VIRAL | BERITA POPULER | BERITA ONLINE | BERITA INDONESIA TERKINI | BERITA TERUPDATE | BERITA EKONOMI | 09 OKTOBER 2018






